IKHLAS bukanlah kata yang asing bagi kita. Namun, banyak orang salah menafsirkan dengan menggolongkannya sebagai sikap yang lemah. Padahal, di dalam ikhlas terdapat sifat-sifat ilahiah.
Ikhlas dapat berarti memurnikan dari kata khalasa-yukhlisu-ikhlaasun
dengan merujuk pada surat al-Ikhlas. Ikhlas adalah memurnikan segalanya pada Allah. Sebagaimana selalu kita baca pada saat shalat: Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'alamiin.
Lalu pada ayat, "Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiuun".
Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan sungguh kami akan kembali kepada-Nya.
Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa:
Pertama, kita pada dasarnya tidak ada. Adanya kita (lahir) karena diadakan oleh Yang Ada (Allah). Kedua, karena asalnya tidak ada, maka pada akhirnya kita pun akan tiada (mati).
Dalam bahasa matematika, kondisi tersebut dilambangkan oleh bilangan nol (0)—sebuah bilangan yang secara aritmatika menunjukkan ketiadaan.
Karena pada dasarnya yang ada hanya Allah,
maka semuanya adalah milik Allah.
Karena semua milik Allah,
maka semua harus dikembalikan kepada Allah.
Maka, ikhlas adalah memuarakan semuanya pada Allah.
Menurut Mas Nunu (Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas), ikhlas dalam hati manusia mewujud melalui perasaan-perasaan damai, sabar, mudah bersyukur, tawakal, dan menyerahkan urusan pada Tuhan ketika kita sudah berusaha maksimal. Dengan kata lain, tidak memaksakan kehidupan untuk selalu berjalan sesuai kehendak kita. Karena itu ikhlas justru sangat powerful untuk diterapkan di semua bidang kehidupan.
Kondisi ikhlas juga akan membawa manusia menjadi sangat kuat, cerdas dan bijaksana. Hati yang ikhlas tak hanya menjauhkan kita dari stres dan penyakit tapi juga membuat hidup dipenuhi kedamaian, rasa syukur, dan berkah yang tak ada habisnya. Karena dengan hati yang ikhlas kita bisa berpikir lebih jernih, mampu menjalani hidup dengan lebih efektif dan produktif untuk mencapai tujuan. Bahkan hubungan dengan siapa pun akan terjalin semakin menyenangkan.
Keikhlasan akan mendekatkan manusia kepada kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati, yang merupakan salah satu getaran tertinggi di alam semesta, hanya bisa diternukan di dalam hati yang ikhlas. Begitu pula dengan kedamaian dan kesuksesan yang sejati. Jadi, sia-sia saja jika kita masih berusaha mencarinya di luar diri dengan memuaskan segala keinginan dan menutupi ketidakcukupan yang tidak berujung.
Namun, bagaimana aplikasinya?
Ikhlas terletak pada niat di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas bisa berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya mengikuti kata hati. Kedengarannya memang mudah saja, karena sejak kecil kita sudah sering mendengarnya dari lagu, nasihat orang tua, atau kata-kata para bijak. Hanya saja, kita tidak pernah tahu bagaimana cara mencapainya.
Kesulitan mempelajari ikhlas adalah karena demikian sederhananya, sehingga pikiran kita malah sulit untuk mencerna.
"Hati itu bicaranya sederhana dan ikhlas itu kerja yang paling gampang. Tapi kesulitan kita belajar ikhlas itu karena pikiran kita sudah terlalu lama tidak sederhana. Pikiran selalu mencari data dan bukti nyata".
Selain itu, ikhlas memang aktivitas hati sehingga untuk memahaminya kita harus mengistirahatkan pikiran dan mulai berlatih menggunakan hati.
‘Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran.’
Blaise Pascal - ilmuwan abad ke-17
Jelasnya memindahkan kesadaran kita dari otak ke dalam hati.
Yang perlu dilakukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidakmuliaan manusia yang sempat terprogram di dalam hati atau bawah sadar. Sifat ketidaksempurnaan ini terdiri dari berbagai nafsu yang menimbulkan perasaan serba tidak cukup, kekurangan, takut sukses atau sebaliknya, merasa lebih dari yang lain sekaligus takut gagal, dll. Dengan membersihkan sifat-sifat ketidaksempurnaan tersebut, maka secara otomatis kita akan kembali merasa dan mulai menikmati hidup yang penuh dengan kesempurnaan. Untuk sampai ke kesempurnaan hidup ini, kita bisa memulainya dengan mengenali perasaan-perasaan kita. Emosi Oooy!!
Who really knows what will happen tomorrow?
So, just do the best and don't 4get 2 pray
Let destiny happens with U..
Source:
www.erbesentanu.com
March 25, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment